Kenapa Korban Gusuran “Dibuang” ke Marunda?



Ini bukan yang pertama, Pemprov DKI Jakarta memindahkan warga DKI Jakarta yang menjadi korban gusuran untuk dipaksa hijrah ke Marunda, sebuah kawasan utara Jakarta.

Dengan dalih sudah menyiapkan rusun untuk korban penggusuran, Gubernur DKI Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, merasa sudah memberi solusi atas persoalan yang dihadapi warga Jakarta yang telah kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya.

Marunda adalah kelurahan di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Indonesia. Kelurahan ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Cilincing di sebelah barat, Kabupaten Bekasi di sebelah timur dan Rorotan di sebelah selatan. Menurut kisah turun-temurun, konon Marunda adalah tempat Si Pitung, Jagoan Betawi tinggal.

Belum lama ini, warga Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, baru saja digusur Pemprov DKI Jakarta, Kamis (1/9), dan akan dipindahkan ke rusun Marunda. Tapi, warga enggan pindah ke rusun tersebut. Warga menilai, rusun itu tidak layak huni. Bukan hanya itu, mereka harus dari nol lagi untuk mencari kehidupan yang baru.

“Ada yang sudah ke sana terus balik lagi. Di sana WC mampet, air enggak ada, terus bocor. Kita jualan di sini, di sana nggak boleh jualan, dari mana dapat duit,” ujar Dinar (31) kepada wartawan di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan.

Sambil berlinang air mata, Mutimah, mantan warga Kelurahan Rawajati, Jakarta Barat menceritakan keterpaksaannya harus rela pindah dari tempat tinggalnya ke Rusun Marunda. Mutimah yang saat ini berumur 60 tahun, telah tinggal di Kelurahan Rawajati bersama suami dan tiga anaknya yang telah berkeluarga selama hampir 30 tahun. “Kami terpaksa pindah ke Marunda). Juga tidak ada tempat tinggal lain untuk kami,” ujar Mutimah.

Mutimah sempat meminta waktu dua bulan ke Kelurahan Rawajati untuk  mencari tempat tinggal. Mengingat, Rusun Marunda terlalu jauh dari tempat tinggalnya yang lama. Namun, hanya dalam satu bulan, sejumlah surat peringatan (SP) dilayangkan Pemkot Jakarta Selatan, membuat dirinya tak berdaya. Tanggal 18 Agustus, rumah Mutimah sudah dibongkar paksa Pemkot Jaksel.(islampos)

Artikel ISLAM-ID Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

ISLAM-ID

Berita Islam Indonesia Inspiratif & Educatif

Scroll to top