بسم الله الرحمن الرحيم
PINTU TAUBAT
Oleh: Muhammad Auliya’ Urrohman
Sebenarnya dalam kita beribadah kepada Allah kita harus mengerti bahwasannya Allah itu tidak pernah menutup pintu taubat kepada hambanya. Betapa banyak orang yang mereka dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Justru, ketika dulunya dimasa muda, dimasa bodohnya, meereka pernah kelam didalam dosa dan kemaksiatan. Karena sesungguhnya, Allah itu mencintai kita bukan hanya karena lembaran kita itu bersih dari dosa. Tapi, sesungguhnya Allah ini mencintai kita ketika bertaubat kepada Allah. Kita harus faham Allah berfirman di dalam Al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 222:
إن الله يحب التوابين و يحب المتطهرين
“Allah mencintai orang yang bertaubat dan Alloh mencintai orang yang mensucikan diri” (QS Al-Baqarah: 222)
Tidak mungkin akan lahir kata taubat apabila kita tidak berbuat dosa, karena sesungguhnya Allah mengerti manusia itu bodoh, manusia itu mempunyai nafsu, manusia itu mempunyai syetan yang senantiasa menggelincirkan. Makanya Allah mengerti makanya Allah jadikan manusia dengan syari’at taubat karena Allah menunggu setiap dari kita ketika menyesali dosa dan kemaksiatan kita. Siapa yang kemudian tidak pernah melakukan kesalahan? Siapapun dari kita pasti melakukan kesalahan. Tetapi karena Allah rahmat-Nya begitu besar Allah tutupi dosa kita, Allah tutupi kemaksiatan kita.
Oleh karena itu, walaupun kita pernah berkelam didalam dosa apapun itu, kita tidak boleh putus asa didalam meraih rahmatnya Allah didalam meraih maghfirahnya Allah. Karena sesungguhnya Allah selalu memliki sifat pemaaf yang jauh lebih besar daripada dosa yang kita lakukan. Sebesar dosa kita sebesar gunung menyentuh pintu langit tetapi sesungguhnya maghfirah Allah lebih besar dalam kehidupan kita.
Mari kita perhatikan ada ibu-ibu ketika mendapati seorang anak melakukan kesalahan lalu sang anak meminta maaf. Kira-kira ibunya meminta maaf atau tidak? Ssebagai seorang ibu yang memperhatikan perkembangan anak pasti akan memaafkan apapun kesalahan sang anak. Karena ibu punya hati yang lebih besar daripada kesalahan sang anak. Apabila kita sepakat ibu kita walaupun kitanya dahulu sangat nakal, bandel. Ibu kita tetap menangis mendo’akan kita setiap waktunya. Apabila kita pulang diberi makan, apabila kita haus diberi minum. Padahal kita tidak pernah membahagiakan mereka ketika kita masih nakal dan bandel.
Apalagi Allah Dzat yang menciptakan ibu kita. Allah lebih besar maghfirahnya. Yang terpenting jangan pernah kita merasa putus asa. Mari kita ambil kisah nyata Ma’iz bin Malik seorang sahabat pezina akan tetapi akhirnya masuk surga disebabkan dia menyesal melakukan zina lalu dirajam sampai meninggal dunia, tetapi Allah memasukkan dia ke surga. Ada kisah lagi pembunuh seratus nyawa yang sudah kita dengarkan ceritanya diwaktu kita kecil. Tapi masya Allah, Allah masukkan dia ke surga padahal dia belum sampai masuk ke kampung orang yang shalih. Tapi masya Allah, Allah sudah ampuni walaupun dia belum sampai masuk ke kampung orang yang shalih. Karena Allah mencintai kita bukan karena lembaran kita putih. Tapi Allah mencintai kita ketika kita sensitif terhadap dosa, menyesal kepada Allah setiap waktunya.
Jadi, mari kita saling menguatkan bahwasannya kita beribadah kepada Allah kita ingin agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah. Makanya kita harus beristighfar disetiap waktunya. Mengapa? Karena kita tidak pernah tahu kapan pintu langit itu akan terbuka. Apabila kita memperbanyak cakrawala hidup kita dengan taubat dan istighfar bisa jadi ketika pintu langit sedang dibuka istighfar kita diterima. Satu saja taubat kita diterima oleh Allah, separuh dosa kita telah dihapuskan oleh Allah.
Apa yang diperlukan manusia ketika sudah diampuni oleh Allah tidak ada tempatnya kecuali adalah surga. Makanya apabila kita mendapati orang yang meninggal dunia, yang kita mintakan apa? Jawabannya adalah agar dia diampuni oleh Allah. Kita shalat jenazah kita berkataاللهم اغفر له “Ya Alloh amupunilah dia”
Kenapa sih mayit itu kita harus do’akan untuk diampuni? Karena mayit apabila sudah mati tidak ada yang dia butuhkan yaitu kecuali adalah diampuni dosanya. Yakin kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah.
Kita harus menyadari bahwasannya kehidupan ini singkat, kehidupan yang panjang adalah akhirat. Maka kita harus menghangatkan iman. Menghangatkan iman itu susah wahai saudaraku. Makanya kita memerlukan pertolongan. Pertolongannya hendaknya kita hadir di mejelis ilmu. Apabila kita pulang dari majelis ilmu bertambah semangat ataukah tidak? Jawabannya adalah bertambah semangat. Dua tiga hari setelahnya hilang lagi semangat itu ketika bertemu dengan istri bertemu dengan anak bertemu dengan pekerjaan lupa. Datanglah lagi ke majelis ilmu. Karena apa? Fungsinya adalah mejelis ilmu menghangatkan iman kita kepada Allah. Atau berkumpul dengan orang yang sholih. Karena apa? Berkumpul dengan orang yang shalih itu menghangatkan jiwa kita dan akan mendapatkan keberkahan. Anjing saja ketika bertemu dengan orang yang shalih, Allah sampaikan didalam al-Qur’an: “Bukankah penduduk ashabul kahfi yang ditidurkan oleh Allah didalam gua.” Anjingnya disebutkan oleh Allah. Karena apa? Dia berteman dengan orang yang shalih dan dia juga mendapatkan karomah ditidurkan 300 tahun oleh Allah juga.
Apabila anjing saja bertemu dengan orang yang shalih ternyata mendapatkan barokah disebutkan namanya didalam al-Qur’an apalagi kita yang bukan anjing. Makanya hendaknya bertemulah dengan orang yang shalih karena orang yang shalih itu menghangatkan jiwa kita. Kemudia yang ketiga bersihkan makanan kita. Ketika kita sudah bertaubat jangan sampai kita menyentuh yang haram, jangan menyentuh yang syubhat. Karena yang haram dan syubhat itu mematikan hati dan memadamkan ketaatan yang ada didalam jiwa.
Kemudian yang keempat perbanyaklah berdo’a. Do’a yang diajarkan nabi dan sering diucapkan oleh nabi adalah اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك“Ya Allah yang maha memutar balikkan hati putarkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu. Nabi saja meminta do’a ini disetiap waktunya. Hingga Ummu Salamah istrinya Rasulullah hafal dan berkata, “Ya Rasulullah mengapa engkau berdo’a ini terus?
إن قلوب بين آدم بين إصبائن من أصابع الرحمن يصرف حيث يشآء
“Hati manusia itu diantara jari jemarinya Allah”
Allah yang memutar balikkan hati, mintalah kepada Allah agar ditetapkan hati kita diatas ketaatan. Apabila hal ini sudah kita lakukan, in sya Allah hangat dan terjaga iman kita dan istiqomah. Jangan sampai kita dekati yang haram, jangan dekati yang syubhat, bertemanlah dengan orang yang shalih, berdo’a dan jangan lupa hadir di majelis ilmu taman surga. Agar hati kita tertetes dengan embun-embun kebenaran yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Bisa jadi orang yang bertaubat lebih mulia daripada kita karena orang yang telah melakukan kesalahan tadi telah bertaubat. Bisa jadi orang-orang yang hari ini belum melakukan dosa, belum jadi belum istiqomah.
Makanya kita tidak boleh memandang hina kepada orang yang melakukan dosa. Bisa jadi dia bertaubat dan Allah menerima taubatnya. Bisa jadi kita belum tentu istiqomah. Makanya kita saling menguatkan. Karena untuk menuju surganya Allah itu harus bersama sama. Bukankah Rasulullah bersama Abu Bakar dan Umar dan para sahabat, bukankah Musa bersama dengan Harun, bukankah Ya’qub bersama dengan Yusuf, semuanya bersama sama. karena untuk menuju surganya Allah tidak boleh dilakukan secara sendiri sendiri. Bersama sama kita sadar karena lembaran kita tidak ada yang putih. Kita menjadi hambanya Allah saling bersaudara menuju kepada indahnya surga yang Allah janjikan bagi orang yang istiqomah dan orang yang bertaubat. Semoga kita mendapatkan kebaikan itu.

0 komentar:
Posting Komentar